WHO Menetapkan Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Global

WHO Menetapkan Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Global

RUMAH SAKIT CIREMAI- Pada 23 Juli 2022 waktu setempat, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui konferensi pers menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Hal tersebut dikarenakan cacar monyet telah menginfeksi ribuan orang dari 70 negara.

Apa itu Cacar Monyet?

Cacar monyet atau Monkey Pox merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus pada sejumlah hewan termasuk manusia. Cacar monyet itu sendiri pertama kali diidentifikasi pada tahun 1958 di antara monyet laboratorium di Kopenhagen, Denmark.

Kasus Pertama

Kasus pertama dari virus cacar monyet ditemukan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Berawal dari seorang pria 25 tahun yang tiba di Santo Domingo pada 28 Juni. Tak lama setelah itu seseorang di Amerika Serikat yang telah melakukan kontak dengannya terinfeksi penyakit tersebut.

Setelah kejadian, pria tersebut pergi ke dokter penyakit menular untuk memeriksa diri dan kemudian dirawat dalam ruang isolasi di Rumah Sakit Angkatan Udara Republik Dominika.

Mulai dari situ Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mencatat adanya kasus cacar monyet di luar Afrika.

Berbeda dengan Covid-19, orang yang rentan terkena virus ini adalah orang-orang dewasa muda, remaja, dan anak kecil serta bayi. Sebagian besar dari kasus kematian dari cacar monyet adalah anak-anak.

Lalu apa saja gejala dari virus tersebut?

Gejala dari virus ini tidak cepat terlihat karena mulai muncul sekitar 6-16 hari setelah terpapar. Namun, walaupun begitu gejala pertama dari cacar monyet dapat terlihat lebih lama sekitar 5-21 hari.

Gejala pertama yang muncul ketika seseorang terpapar virus cacar monyet tidak terlalu berbeda dengan cacar air yakni demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Perbedaan gejala antara cacar air dan cacar monyet hanya pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) yang terjadi ketika seseorang terpapar cacar monyet.

Gejala dan tanda cacar monyet:

  • Sakit kepala
  • Demam akut >38,5oC
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
  • Nyeri otot/Myalgia
  • Sakit punggung
  • Asthenia (kelemahan tubuh)
  • Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

Pencegahan

Diketahui pemberian vaksin cacar jenis Jynneos dapat melindungi seseorang dari cacar monyet yakni sebesar 85%. Pemberian dua dosis vaksin tersebut dapat meningkatkan sistem imun seseorang dibandingkan satu dosis vaksin sebelumnya.

Ketersediaan vaksin jenis Jynneos itu sendiri di fasilitas kesehatan publik masih sangat terbatas. Di Indonesia sendiri belum ada jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah virus tersebut. Namun, menerapkan perilaku hidup bersih dan cuci tangan khususnya setelah berinteraksi dengan hewan dapat membantu seseorang terhindar dari virus tersebut.

Walaupun kasus cacar monyet belum masuk ke Indonesia, kita sebagai warga negara Indonesia harus tetap waspada dan berhati-hati terhadap virus tersebut.

Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk membantu terhidar dari virus cacar monyet:

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
  • Memasak daging dengan benar dan matang
Next PostRead more articles

Leave a Reply